|
Ilmu Dihilangkan dan Kebodohan Merajalela |
|
|
|
|
Ditulis oleh Muhammad Muta'alim
|
|
Senin, 09 November 2009 23:05 |
|
Ilmu Dihilangkan Dan Kebodohan Merajalela Oleh: Syaikh Yusuf bin Abdullah bin Yusuf Al-Wabil Di antara tanda akan datangnya kiamat lagi ialah akan dihapuskannya ilmu (tentang Ad-Din) dan merajalelanya kejahilan. Diriwayatkan dalam Shahih Bukhari dan Shahih Muslim dari Anas bin Malik Radhiyallahu anhu, ia berkata : Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda : "Artinya : Di antara tanda-tanda akan datangnya kiamat ialah dihilangkannya ilmu (tentang Ad-Din) dan tetapnya kejahilan". (Shahih Bukhari, Kitab Al-Ilm, Bab Raf'i Al-Ilmi wa Zhuhuri Al-Jahli 1:178, Shahih Muslim, Kitab Al-Ilm, Bab Raf'i Al-Ilmi wa Qabdhihi wa Zhuhuri Al-Jahli wa Al-Fitan fi Akhir Az-Zaman 16:222) Imam Bukhari meriwayatkan dari Syaqiq, katanya : Saya pernah bersama-sama dengan Abdullah dan Abu Musa, mereka berkata : Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda : "Artinya : Sesungguhnya menjelang datangnya hari kiamat akan ada hari-hari diturunkannya kejahilan dan dihilangkannya ilmu (Ad-Din)". (Shahih Bukhari, Kitab Al-Fitan, Bab Zhuhuri Al-Fitan 13:13)
|
|
LAST_UPDATED2 |
|
Masa (Waktu) Semakin Singkat (Menyempit) |
|
|
|
|
Ditulis oleh Muhammad Muta'alim
|
|
Senin, 09 November 2009 16:55 |
|
Oleh: Syaikh Yusuf bin Abdullah bin Yusuf Al-Wabil
Dari Abu Hurairah Radhiyallahu 'anhu, ia berkata : Telah bersabda Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam.
"Artinya : Tidak akan datang kiamat sehingga .... zaman semakin berdekatan (terasa singkat)". (Shahih Al-Bukhari, Kitab Al-Fitan 13:81-82)
Dan diriwayatkan dari Abu Hurairah pula, katanya : Telah bersabda Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam.
"Artinya : Tidak akan datang kiamat sehingga waktu semakin berdekatan (semakin singkat), setahun seperti sebulan, sebulan seperti sejum'at, sejum'at seperti sehari, sehari seperti sejam, dan sejam terasa hanya sekejap". (Musnad Ahmad 2 : 537-538 dengan catatan pinggir Muntakhab Al-Kanz. Dan diriwayatkan pula oleh Tirmidzi dari Anas : Tuhfatul Ahwadzi Syarah Jami'ay Tirmidzi, Awab Zuhud, Bab Maa Ja-a fi Taqoorubis Zaman wa Qashril Amal 6:624-625. Ibnu Katsir berkata, "Isnadnya menurut syarat Muslim" : An-Nihayah fil Fitan wal Malahim 1:181 dengan tahqiq Dr Thaha Zaini)
|
|
|
Ditulis oleh Ustadz Abu Jarir Al-Atsary
|
|
Minggu, 25 Oktober 2009 13:14 |
|
H A K I K A T T A Q W A Oleh : ABU JARIR AL ATSARIY Muqoddimah الحمد لله ،و الصلاة و السلام على رسول الله ، وعلى آله و صحبه و من واله ، أشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له ، و أشهد أن محمدا عبده ورسوله لا النبي بعده . أما بعد Saya mulai menulis ini pada bulan Ramadlan tepatnya tanggal 24 Ramadlan 1430 H/ 14 September 2009 M. Dimana bulan ini adalah bulan yang diwajibkan bagi kaum muslimin untuk berpuasa, hal ini demi menjalankan rukun islam yang ke- 4. Sebagai bukti dari pengakuan dirinya adalah orang yang beragama islam maka mereka wajib menjalankan rukun-rukunnya. Namun fenomena yang terjadi pada zaman ini utamanya pada saat saya menulis ini, di negeri Indonesia yang tercinta ini, saya telah banyak melihat saudara-saudara saya dari kaum muslimin yang meremehkan ibadah puasa yang mulia ini, tanpa ada penghormatannya sedikitpun baik terhadap orang yang menjalankannya, atau terhadap ibadah puasa itu sendri, apalagi terhadap Allah, dengan seenaknya mereka makan, minum, merokok di pinggir-pinggir jalan, dibalik layar warung-warung makan, pada waktu yang Allah belum menghalalkan mereka untuk berbuka (yaitu siang hari), Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un. Tidak sadarkah mereka bahwasannya mereka telah melakukan dosa yang sangat besar, yang tidak akan diampuni oleh Allah kecuali mereka harus bertaubat dengan taubat yang nasuha, dan tidak sadarkah mereka secara tidak langsung telah ikut andil menghancurkan agama mereka sendiri, mereka telah meruntuhkan salah satu tiang bangunan islam, yang Rasulullah bersabda: (( بني الإسلام على خمس : شهادة أن لا إله إلا الله و أن محمدا رسول الله ، و إقام الصلاة و إتاء الزكاة ، و حج البيت ، صوم رمضان )) متفق عليه عن ابن عمر "Islam itu dibangun atas lima perkara: Syahadat bahwasannya Tiada Ilah - yang patut disembah dengan benar - melainkan Allah dan bahwasanya Muhammad adalah rasul Allah, mendirikan shalat, menunaikan zakat, haji ke baitullah, dan puasa di bulan Ramadlan". [HR. Bukhari & Muslim, dari Ibnu Umar].
|
|
LAST_UPDATED2 |
|
Ditulis oleh Muta'alim
|
|
Sabtu, 24 Januari 2009 16:06 |
|
Oleh: Syaikh Wahid bin Abdissalam Baali A. Sihir Menurut Bahasa. Al-Laits mengatakan, “Sihir adalah suatu perbuatan yang dapat mendekatkan diri kepada syaitan denganbantuannya.” Al-Azhari mengemukakan, “Dasar pokok sihir adalah memalingkan sesuatu dari hakikat yang sebenarnya kepada yang lainnya [1].”
|
|
LAST_UPDATED2 |
|