|
Ditulis oleh Administrator
|
|
Jumat, 06 Februari 2009 17:10 |
oleh: Syaikh Salim Al-Hilali dan Ziyad Ad-Dabij Bagian Pertama dari Tiga Tulisan [1/3]
Tasawuf merupakan gerakan berpola pikir filsafat klasik yang mengekor kepada para filosof dan ahli syair Romawi, India dan Persia. Namun, dalam hal ini, kita akan membatasi kajian masalah sufi dengan berkedok Islam. Kedok Islam ini dikenakan sebagai upaya menutupi hakikatnya. Maka barangsiapa yang meneliti dan mengamati gerak-geriknya, niscaya akan berkesimpulan, bahwa sufi bukan Islam. Baik menyangkut aqidah, prilaku dan pendidikan.
|
|
LAST_UPDATED2 |
|
|
Ditulis oleh Administrator
|
|
Selasa, 03 Februari 2009 15:06 |
oleh: Syaikh Salim Al-Hilali dan Ziyad Ad-Dabij Bagian Kedua dari Tiga Tulisan [2/3]
SYARI'AT DAN HAKIKAT
Para pemimpin sufi mengatakan, bahwa setiap ayat mempunyai unsur lahir dan bathin. Atau, Islam itu terdiri dari syari'at dan hakikat. Syari'at, bila dibandingkan dengan hakikat, laksana buih. Hakikat merupakan tingkatan paling sempurna, puncak dan sangat tinggi dalam tangga peribadahan Islam.
|
|
LAST_UPDATED2 |
|
Ditulis oleh Administrator
|
|
Sabtu, 24 Januari 2009 16:04 |
|
oleh: Syaikh Salim Al-Hilali dan Ziyad Ad-Dabij Bagian Terakhir dari Tiga Tulisan [3/3] CAHAYA (NUR) MUHAMMADI
Termasuk dalam madzhab wihdah al-wujud, ialah adanya keyakinan dikalangan orang-orang sufi tentang masalah Aqthab, Autad, Abdal, Aghwats, An-Najba (yakni beberapa istilah status, jabatan atau peringkat dikalangan sufi), bahwa ruh Allah berdiam pada diri mereka sehingga merekalah yang mengatur apa yang ada.
|
|
LAST_UPDATED2 |
|
|
|
|
|
|